Rasakan Nikmatnya sensasi Pecel Madiun kembang turi, dengan sambal yang mantap dan bikin sumringah

Peluang Usaha Nugget Salmon

Informasi dan Pemesanan Telp/SMS 021-98850187,021-93023631, 085691669301 PIN BB : 2759CB81 email: rumahnugget@yahoo.co.id fbpage: Seafood Online Twitter: @rumahnugget

Peluang Usaha

DENGAN MODAL KECIL, UNTUNG BESAR
Jadilah Agen, Sub Agen atau Reseller dari Baju-baju Muslimah. Bisa Drop Shipping, gak repot harus stok barang. Telp/sms : 085691669301, 021-98850187

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday107
mod_vvisit_counterYesterday222
mod_vvisit_counterThis Week631
mod_vvisit_counterLast Week1343
mod_vvisit_counterThis Month1437
mod_vvisit_counterLast Month5953
mod_vvisit_counterAll days107643

Online (20 minutes ago): 12
Your IP: 38.107.179.210
,
Today: Feb 08, 2012

Pembayaran

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Ina Cookies Depok

300.000 Orang Tewas akibat Perubahan Iklim

Bisa meningkat menjadi setengah juta orang pada 2030.

London, Jum'at - Laporan yang dikerjakan Global Humanitarian Forum di London, Inggris, menyebutkan, perubahan iklim global telah membunuh 300.000 jiwa setiap tahunnya. Kerugian yang ditimbulkan mencapai 125 miliar dolar Amerika Serikat.

Data itu diungkapkan pada Jum'at(29/5) dan diklaim sebagai laporan pertama mengenai dampak perubahan iklim terhadap manusia secara global. Disebutkan, 325 juta jiwa kaum miskin yang paling menderita.

Penduduk Banglades termasuk salah satu masyarakat yang paling menderita karena jutaan jiwa dihantam banjir dan badai tahunan. Para petani di Uganda dihantam kekeringan massal, sedangkan penduduk di pulau-pulau kecil di Karibia dan Pasifik terancam kehilangan wilayah karena kenaikan muka laut. Kondisi tersebut dinilai sangat tidak adil karena penduduk di negara-negara miskin mengemisikan gas rumah kaca, penyebab utama pemanasan global, kurang dari 1 persen.

 

Mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, presiden forum yang meluncurkan laporan itu, menyatakan, saatnya dunia bersatu hati. Bersama-sama memikirkan serius cara melindungi dunia pasca-Protokol Kyoto yang akan berakhir tahun 2012.Ia menyebut pertemuan para pihak ke-15 (COP-15) di Kopenhagen, Denmark, Desember 2009, sebagai unjuk kegentingan global. "Demi jalan keluar dari kelaparan global, migrasi massal, penyakit, dan kematian massal," kata dia.

Jika para pemimpin dunia tak bisa memastikan sikap di Kopenhagen, itu sama dengan meninggalkan kemanusiaan. Ia mendeskripsikan perubahan iklim sebagai "tantangan kemanusiaan terbesar masa kini", sementara dunia berada "di seberang jalan" soal langkah mengatasinya.

Prediksi 2030

Bila tak ada penanganan berarti, menurut laporan itu, pada 2030 kematian global akibat perubahan iklim akan meningkat setengah juta jiwa per tahun. Kerugian finansial 300 miliar dollar AS. Sebagian besar kematian disebabkan degradasi lingkungan yang menimbulkan kekurangan gizi di banyak tempat ketimbang bencana alam.

Kenaikan suhu bumi 2 derajat celsius membunuh banyak spesies flora dan fauna yang berguna bagi kehidupan. Bagi warga pesisir, selain ancaman badai yang meningkat dan kenaikan muka air laut, ikan konsumsi bergerak kian ke tengah laut. Nelayan kian kesulitan menangkap ikan.
Bagi petani, perubahan pola cuaca akan menyulitkan musim tanam. Suhu hangat juga mempengaruhi perkembangbiakan serangga penyerbuk di negara-negara empat musim.