|

Berita Kota 31 Januari 2010
Rasa pecel sama saja, tetapi bila pecel dicampur kembang turi rasanya berbeda. Helai kelopak bunga turi terasa renyah, sedikit alot tetapi setelah disiram kuah pecel yang nyemek-nyemek pedas gurih, sensasi di lidah huh... Luar biasa!!
PECEL kembang turi inilah yang menjadi ciri khas sajian pecel di Resto Florist Pondok Citra Lesehan, di Jalan Raya Sapta Pesona, Jatiluhur, Jatiasih, Bekasi. Bila sudah mencicipi pecel kembang turi pokoknya akan teringat-ingat terus.
"Pecel yang kami sajikan memang lain, selain keistimewaan dicampur kembang turi, bumbunya juga langsung didatangkan dari Madiun," ujar Toto Suharto (43), Manajer Pondok Citra Lesehan, saat ditemui Berita Kota, Jumat (29/1).
Di Bekasi, atau mungkin wilayah lain, tambah Toto, belum ada bumbu pecel yang menyamai rasa bumbu pecel asli Madiun. Sudah berulang kali mencari atau mencoba meracik sendiri, tetapi tetap berbeda. "Bumbu asli Madiun antara kacang dan ramuan lain menyatu. Sementara bumbu lain seperti rasa bumbu ketoprak, siomay, gado-gado, atau lotek," jelas pria kelahiran Nganjuk itu.
Bumbu asli Madiun tidak dipasarkan sembarang tempat, harus memesan lebih dulu, baru dikirim atau diambil ke Madiun. Karena keistimewaan inilah pondok lesehan yang berdiri sejak 2007 itu berkembang pesat. Saat ini telah memiliki empat cabang di beberapa wilayah yakni Jatimekar dan Pekayon Bekasi, Srengseng Depok, dan Parung Bogor. Setiap Sabtu dan Minggu ramai pengunjung, mereka harus antre menunggu giliran.
Cara pembuatan pecel kembang turi sebenarnya cukup sederhana. Kembang turi yang berwarna merah digodok, diiris-iris, lalu dicampurkan bersama sayuran lain seperti taoge, bayam, kacang panjang, irisan kecil tempe kering, srundeng, ditambah peyek kacang. Selanjutnya disiram bumbu pecel gurih pedas. Aduk-aduk sampai merata. Pecel kembang turi pun siap disantap. Sluuurrp....!
Penyajian di Pondok Citra Lesehan cukup unik. Memakai piring terbuat dari rotan yang diatasnya dilapisi daun pisang. Ini menambah ciri khas makanan tradisional, maka bagi Anda yang berasal dari wilayah Jawa Timur, khususnya Madiun, sudah dapat mengenang kampung halaman. Urusan harga pun sangat terjangkau. Satu porsi pecel kembang turi hanya Rp 7.000, dan nasi putih Rp 3.000.
Mengeluarkan kocek Rp 10.000 sudah dapat menikmati nasi pecel kembang turi. Selain menawarkan menu andalan pecel kembang turi, menurut Toto, ada menu istimewa lain yakni rawon ireng, sop iga, empal gepuk, ayam kalasan, dan seafood. Untuk minuman, tersedia aneka jus dan minuman khas Pondok Citra Lesehan yaitu es kocha.
Es kocha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha dan di fermentasi selama 8-12 hari. Kombucha adalah ramuan minuman kuno, berasal dari Asia Timur, dan dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Lesehan Konsep rumah makan yang ditawarkan Pondok Citra, Lesehan berupa lesehan ini sangat cocok dengan menu tradisional asli Jawa Timur. Ada dua saung besar yang berdiri di atas kolam ikan.
Setiap saung disekat menjadi petak-petak. Sambil menikmati pecel kembang turi dan menu lainnya, Anda dapat melihat hilir mudiknya ikan-ikan di kolam. Suasana ndeso cukup terasa oleh rindang-nya pohon-pohon di sekeliling pondok. "Kami juga menyediakan beraneka tanaman bunga untuk oleh-oleh pengunjung. Selain menikmati makanan, bagi penggemar bunga dapat membeli di Pondok Citra Lesehan," ujar Toto. Tidak jauh dari saung, tumbuh berjajar pohon turi. Pohon turi itu sebagai bahan pokok untuk disajikan di pondok lesehan. Menurut Toto, di wilayah bekasi sangat susah memperoleh kembang turi. Untuk itu pihaknya menanam langsung. "Kembang turi yang kami sajikan selalu segar, karena langsung dipetik di kebun," ujar Toto.
Keunggulan pohon turi, tambah Toto, tidak mengenal musim. Selalu berbunga. Makin sering kembangnya dipetik, makin banyak. Makanya kami tidak kekurangan. Untuk menjangkau Pondok Citra Lesehan cukup mudah. Bila Anda berasal dari wilayah Jakarta dapat menggunakan tol JORR. Ke luar di pintu tol Jatiasih, Bekasi, lalu menuju ke arah Cikeas/Kota Wisata, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Jadi tunggu apalagi.... Nyam...nyam...nyam.
http://bataviase.co.id/detailberita-10578892.html |